GENERATOR FREKUENSI
Generator frekuensi adalah perangkat elektronik yang menghasilkan sinyal listrik yang berulang/ tidak berulang pada generator analog maupun digital. Generator sinyal bisa menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus, segitiga dan kotak dengan tegangan puncak ke puncak mulai dari 0 s/d 20 Vpp. Frekuensinya bisa diatur mulai dari 0 s/d 22 KHz. Terdapat 3 sumber yang bisa digunakan untuk menghasilkan tegangan sesuai dengan jangkauan sinyal yang ingin dihasilkan, yaitu 0-20 Vpp, 20 dB, dan 40 dB. Sehingga panel ini bisa digunakan untuk menghasilkan sinyal dengan tingkat keakuratan sampai ke orde milivolt! Tetapi kelemahan dari generator sinyal ini adalah tidak mempunyai peraga digital untuk menampilkan nilai frekuensi sehingga kita hanya bisa sepenuhnya mengandalkan alat ukur lain untuk memastikan nilai frekuensi yang dihasilkan.
Dalam pelaksanaan praktikum, masing-masing percobaan mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan prosedur yang adalah satunya adalah sinyal masukan (input) yang harus diberikan pada rangkaian. Sinyal masukan ini dapat berbeda-beda tergantung pada percobaan yang dilakukan, seperti misalnya sinyal dalam bentuk sinus, segitiga , atau persegi. Untuk menghasilkan sinyal tersebut, dalam praktikum digunakan sebuah alat yang disebut function generator.
Function generator ini bisa menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus, segitiga dan kotak dengan tegangan puncak ke puncak mulai dari 0 s/d 20 Vpp. Frekuensinya bisa diatur mulai dari 0 s/d 22 KHz. Prinsip kerjanya hampir sama dengan panel generator sinyal pada meja praktikum. Pada beberapa jenis, alat ini memiliki display/ peraga digital yang berupa seven segment untuk menampilkan besar frekuensi yang kita gunakan sehingga kita dapat mengatur sesuai dengan yang kita butuhkan. Sinyal keluaran function generator portable lebih stabil dibandingkan dengan sinyal dari generator sinyal pada meja praktikum. Untuk menggunakannya, pertama-tama atur factor pengali sesuai dengan kebutuhan kita,lalu putar tombol frekuensi dan amplitudo untuk mendapatkan nilai yang diinginkan.
Gambar function generator
Keterangan :
1. Tombol untuk mengatur besar pengali.
2. Pengatur frekuensi, untuk menaikkan dan menurunkan nilai frekuensi agar diperoleh frekuensi yang dibutuhkan.
3. Tombol untuk memilih jenis sinyal yang digunakan, terdiri dari sinyal sinus, segitiga, dan persegi.
4. Tombol pengatur amplitudo sinyal.
5. Display peraga, untuk menampilkan besar frekuensi yang dihasilkan oleh generator.
Contoh penggunaan:
Komparasi Generator Sinyal dengan Osiloskop
Alat-alat : GeneratorSinyal (Instek GFG 8210)
Osiloskop (Iwatsu SS-7610)
Kabel Konektor
Gambar 5. Susunan Alat Percobaan 5
Prosedur :
Hidupkan generator sinyal dan osiloskop selama 10 menit
Susun peralatan seperti pada gambar (Gambar 5)
Pengaturan osiloskop seperti pada percobaan 4, hanya berbeda pada kondisi tegangan yaitu tegangan bolak-balik atau AC.
Atur konfigurasi seperti gambar di atas
Atur generator sinyal pada rentang 1 KHz. Tekan [1K]
Putar tombol luar FREQUENCY pada bagian minimum (paling kiri).
Putar tombol luar SWEEP pada bagian minimum (paling kiri)
Atur frekuensi pada generator sinyal supaya kondisi awal menghasilkan 100 Hz dan tegangan 2 Volt.
Ubah frekuensi pada generator sinyal dengan urutan : 100, 200, 300, 400, 500 Hz
Ulangi lagi langkah 8 dan catat hasilnya
Tabelkan hasil pengukurannya seperti percobaan 4.
Generator signal berfungsi untuk membangkitkan signal
Generator frekuensi adalah perangkat elektronik yang menghasilkan sinyal listrik yang berulang/ tidak berulang pada generator analog maupun digital. Generator sinyal bisa menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus, segitiga dan kotak dengan tegangan puncak ke puncak mulai dari 0 s/d 20 Vpp. Frekuensinya bisa diatur mulai dari 0 s/d 22 KHz. Terdapat 3 sumber yang bisa digunakan untuk menghasilkan tegangan sesuai dengan jangkauan sinyal yang ingin dihasilkan, yaitu 0-20 Vpp, 20 dB, dan 40 dB. Sehingga panel ini bisa digunakan untuk menghasilkan sinyal dengan tingkat keakuratan sampai ke orde milivolt! Tetapi kelemahan dari generator sinyal ini adalah tidak mempunyai peraga digital untuk menampilkan nilai frekuensi sehingga kita hanya bisa sepenuhnya mengandalkan alat ukur lain untuk memastikan nilai frekuensi yang dihasilkan.
Dalam pelaksanaan praktikum, masing-masing percobaan mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi agar sesuai dengan prosedur yang adalah satunya adalah sinyal masukan (input) yang harus diberikan pada rangkaian. Sinyal masukan ini dapat berbeda-beda tergantung pada percobaan yang dilakukan, seperti misalnya sinyal dalam bentuk sinus, segitiga , atau persegi. Untuk menghasilkan sinyal tersebut, dalam praktikum digunakan sebuah alat yang disebut function generator.
Function generator ini bisa menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus, segitiga dan kotak dengan tegangan puncak ke puncak mulai dari 0 s/d 20 Vpp. Frekuensinya bisa diatur mulai dari 0 s/d 22 KHz. Prinsip kerjanya hampir sama dengan panel generator sinyal pada meja praktikum. Pada beberapa jenis, alat ini memiliki display/ peraga digital yang berupa seven segment untuk menampilkan besar frekuensi yang kita gunakan sehingga kita dapat mengatur sesuai dengan yang kita butuhkan. Sinyal keluaran function generator portable lebih stabil dibandingkan dengan sinyal dari generator sinyal pada meja praktikum. Untuk menggunakannya, pertama-tama atur factor pengali sesuai dengan kebutuhan kita,lalu putar tombol frekuensi dan amplitudo untuk mendapatkan nilai yang diinginkan.
Gambar function generator
Keterangan :
1. Tombol untuk mengatur besar pengali.
2. Pengatur frekuensi, untuk menaikkan dan menurunkan nilai frekuensi agar diperoleh frekuensi yang dibutuhkan.
3. Tombol untuk memilih jenis sinyal yang digunakan, terdiri dari sinyal sinus, segitiga, dan persegi.
4. Tombol pengatur amplitudo sinyal.
5. Display peraga, untuk menampilkan besar frekuensi yang dihasilkan oleh generator.
Contoh penggunaan:
Komparasi Generator Sinyal dengan Osiloskop
Alat-alat : GeneratorSinyal (Instek GFG 8210)
Osiloskop (Iwatsu SS-7610)
Kabel Konektor
Gambar 5. Susunan Alat Percobaan 5
Prosedur :
Hidupkan generator sinyal dan osiloskop selama 10 menit
Susun peralatan seperti pada gambar (Gambar 5)
Pengaturan osiloskop seperti pada percobaan 4, hanya berbeda pada kondisi tegangan yaitu tegangan bolak-balik atau AC.
Atur konfigurasi seperti gambar di atas
Atur generator sinyal pada rentang 1 KHz. Tekan [1K]
Putar tombol luar FREQUENCY pada bagian minimum (paling kiri).
Putar tombol luar SWEEP pada bagian minimum (paling kiri)
Atur frekuensi pada generator sinyal supaya kondisi awal menghasilkan 100 Hz dan tegangan 2 Volt.
Ubah frekuensi pada generator sinyal dengan urutan : 100, 200, 300, 400, 500 Hz
Ulangi lagi langkah 8 dan catat hasilnya
Tabelkan hasil pengukurannya seperti percobaan 4.
Generator signal berfungsi untuk membangkitkan signal
4/12/2009 03:42:00 AM
Andy 









